Cerita 5 Tahun Kasubbag TU BTIKP Kepri
Lima tahun, lima kepala. Dari masa ketika TV masih beroperasi hingga akhirnya tak lagi beroperasi. Ada banyak cerita, kenangan, pengalaman, dan pelajaran berharga dalam perjalanan pengabdian saya di dunia media pendidikan. Tak terasa, perjalanan itu kini memasuki tahun keenam.
Saya dilantik pada 14 Oktober 2021 sebagai Kasi Pemanfaatan dan Produksi Media Pembelajaran. Saat itu merupakan gelombang pertama pelantikan pejabat di era kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Marlin Agustina. Karena pandemi COVID-19 masih berlangsung, pelantikan dilakukan secara daring melalui Zoom.
Sejak hari itu, saya mulai menjalani perjalanan baru. Lima tahun berlalu, lima kepala berganti, dan setiap masa memiliki cerita serta dinamika tersendiri.
Ada satu masa yang paling berkesan bagi saya, yakni ketika dipimpin oleh Pak Arief Salman.
Saya masih ingat bagaimana Pak Arief sering turun langsung ke sekolah-sekolah bersama siswa PKL untuk melakukan peliputan. Di tengah keterbatasan anggaran, kegiatan itu tetap diupayakan berjalan. Bahkan, ketika tidak tersedia anggaran, Pak Arief rela menggunakan dana pribadinya.
Bagi saya, itu bukan sekadar kegiatan peliputan. Ada semangat, kepedulian, dan kemauan untuk terus berkarya yang bisa dipelajari dari beliau. Keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang selama masih ada niat untuk bergerak dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Kenangan lainnya adalah ketika saya bersama Pak Arief dan almarhum Bang Eko berkunjung ke Pusdatin. Di sana, kami banyak belajar tentang bagaimana memaksimalkan konten pendidikan agar lebih menarik, kreatif, dan bermanfaat.
Ada pengalaman seru yang masih saya ingat sampai sekarang. Sesampainya di Pusdatin, kami mendadak diajak mengikuti siaran langsung di radio mereka. Pengalaman spontan yang menyenangkan dan menjadi cerita tersendiri dalam perjalanan karier saya.
Kami juga diajak berkeliling melihat studio mereka yang dipenuhi green screen, dari atap hingga lantai. Saya bisa melihat langsung bagaimana fasilitas dan teknologi dimanfaatkan untuk mendukung produksi media pendidikan.
Kunjungan tersebut membuka wawasan saya. Dunia media pendidikan bukan hanya soal merekam gambar atau membuat video, tetapi juga tentang kreativitas, inovasi, dan kemampuan menyampaikan informasi dengan cara yang menarik.
Pengalaman itu menjadi salah satu bekal berharga yang akan selalu saya ingat.
Belum lama ini, saya juga kembali berkesempatan bekerja sama dengan Pak Arief dalam pembuatan video untuk Primaniyarta Award, penghargaan yang berkaitan dengan kinerja dan dukungan terhadap ekspor Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad terpilih sebagai salah satu kepala daerah yang mendapat pengakuan atas dukungannya terhadap ekspor.
Bagi saya, kesempatan bekerja sama kembali dengan Pak Arief menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ada kenangan lama yang kembali terhubung, sekaligus kesempatan untuk terus belajar dan berkarya.
Namun, waktu terus berjalan. Dinamika organisasi dan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari perjalanan birokrasi. Televisi yang dahulu menjadi salah satu ruang berkarya di bidang media pendidikan kini tak lagi beroperasi seperti sebelumnya.
Banyak hal berubah. Ada pengalaman yang menjadi kenangan, ada keterampilan yang terus berkembang, dan ada pula keinginan yang belum sepenuhnya terwujud.
Pada 31 Desember, saya kembali mendapat amanah sebagai Kasubbag Tata Usaha (TU). Sebuah babak baru dalam perjalanan pengabdian yang tentu membawa tanggung jawab dan tantangan berbeda.
Setiap jabatan memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Saya berusaha menjalankan amanah yang diberikan sebaik mungkin, sembari terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Kini, setelah lima tahun menjalani perjalanan di bidang media pendidikan dan memasuki tahun keenam, ada keinginan yang masih tersimpan dalam hati: saya ingin kembali mendalami dunia jurnalistik, terutama menulis berita.
Sesekali saya masih menulis berita. Namun, rasanya berbeda ketika nama sendiri tidak bisa dicantumkan. Bagi saya, menulis bukan sekadar merangkai kata menjadi sebuah berita. Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah karya dapat dipublikasikan dengan identitas penulis yang jelas.
Dunia jurnalistik telah menjadi bagian dari perjalanan saya. Ada semangat yang ingin terus dijaga, ada kemampuan yang ingin diperdalam, dan ada keinginan untuk kembali menghasilkan tulisan yang bisa memberikan informasi serta manfaat bagi masyarakat.
Selain menekuni penulisan berita, saya juga ingin mempelajari hal-hal baru, khususnya dalam pengelolaan website, publikasi digital, dan komunikasi pemerintahan.
Karena itu, ke depan, apabila diizinkan dan mendapat kesempatan dari Pak Gubernur Ansar Ahmad, saya berharap dapat memperoleh pengalaman baru di OPD lain. Saya ingin belajar lebih banyak, memperluas wawasan, mendalami pengelolaan website, dan mengembangkan kemampuan yang selama ini saya miliki.
Bukan semata-mata ingin berpindah tempat, melainkan ingin terus bertumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Saya percaya, pengalaman di bidang media pendidikan, produksi konten, peliputan, dan penulisan berita dapat menjadi bekal berharga untuk menjalankan tugas di bidang lain. Setiap tempat kerja memiliki tantangan berbeda, dan setiap tantangan selalu membuka kesempatan untuk belajar.
Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar. Banyak orang yang ditemui, banyak pengalaman yang didapat, dan banyak perubahan yang disaksikan. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan yang patut disyukuri.
Lima tahun, lima kepala. Dari televisi yang pernah menjadi ruang berkarya, pengalaman belajar hingga ke Pusdatin, sampai harapan untuk kembali menekuni jurnalistik dan mengembangkan kemampuan di bidang digital.
Perjalanan ini belum selesai. Masih banyak hal yang ingin dipelajari, masih ada kemampuan yang ingin dikembangkan, dan masih ada karya yang ingin diwujudkan.
Semoga ke depan selalu ada ruang untuk belajar, kesempatan untuk berkarya, dan kepercayaan untuk mengabdi di tempat yang memungkinkan saya memberikan manfaat lebih besar.
Sebab, bagi saya, pengabdian bukan hanya tentang berapa lama kita berada di satu tempat atau jabatan apa yang kita emban. Lebih dari itu, pengabdian adalah tentang bagaimana kita terus belajar, menjaga semangat, dan memberikan yang terbaik di mana pun kita dipercaya bertugas.